Mengapa Wanita diciptakan dari tulang rusuk

Anggaplah di dunia ini ada seorang anak laki laki biasa . Anak ini bukan juara kelas , bukan juga seorang yang bodoh . Dia sering ikut bermain bola tapi dia bukan pemain futsal yang lihai . Suatu hari dia meluruskan permasalahan diantara teman-temannya yang berbeda keyakinan dengannya. Anggaplah sekarang anak itu berperan sebagai penulis dan menceritakan pandangannya tentang perempuan .Inilah kisah anak itu : Suatu Rabu pagi ,sama seperti pagi-pagi sebelumnya . Jam wekerku masih berdering jam 6 pagi dan hujan masih saja mengguyur dari malam sebelumnya . Seperti anak laki laki pada umumnya , otakku yang walaupun sudah bangun ,tetapi badan ini rasanya tidak mau beranjak dari kasur yang entah kenapa pagi itu terasa sangat nyaman sekali . Dengan sekuat tenaga kukumpulkan nyawa sedikit-sedikit . Sambil ngulet-ngulet bentar dan guling guling ga karuan ,akhirnya tenagaku cukup untuk mengangkat badan dari kasur . Hari rabu , jadwal hari ini ada pelajaran Bahasa Indonesia. Hari ini guruku menjadwalkan akan ada diskusi nyang temanya sudah ditentukan beberapa hari sebelumnya . Dan topik hari ini adalah Poligami . “Ya elahhh, bu “.”Ga ada topik lain apa ?? “. “Topik luarbiasa seperti Bagaimana cara menjadi kaya atau Bagaimana mencari pasangan sejati ??” , mungkin inilah yang sangat ingin dikatakan anak muda ini kepada gurunya . Bagaimana tidak , sebagai anak satu-satunya yang beragama Kristen di kelasnya tentunya dia akan menjadi ‘pecundang’ pada diskusi yang topiknya tentang sesuatu seperti poligami yang tentunya sering di pro_kontra kan tetapi dengan dilihat dari sudut Hukum Islam . Yah biarlah mungkin diskusi hari ini bukan untuk anak ini mengemukakan pendapat . Setelah Jam pelajaran Bahasa Indonesia dimulai , Guru bahasa Indonesiaku membagi kelas menjadi beberapa kelompok . Guru tersebut meminta masing masing siswa memilih grup mana dia akan bergabung . Caranya dengan satu pertanyaan saja , Yaitu : ” Apakah kamu pro atau kontra dengan Poligami ataukah kamu bersikap netral ??? “. . Lalu guru meminta kelompok yang netral untuk mengambil tempat di depan sedangkan kelompok kontra ke pojok kiri sedangkan kelompok pro ke pojok kanan . Merasa tidak tau apa-apa tentang Poligami akhirnya aku memilih untuk bergabung dengan kelompok netral dan berencana untuk diam saja sepanjang diskusi . Diskusi pun dimulai. Masing masing kelompok mengajukan pendapatnya tentang poligami. tetapi lambat laun diskusi ini mulai berubah suasananya menjadi seperti debat . Masing masing kelompok seakan tidak mau pendapatnya ditolak dan dipatahkan. Kelompok pro yang semua anggotanya laki-laki mengandalkan Surat-Surat yang tertulis di dalam Al-quran karena di dalam Al-quran mereka tidak menemukan adanya larangan untuk berpoligami. Sedangkan kelompok kontra mengemukakan pendapat berdasarkan HAM . Karena mereka menganggap poligami tidak memberikan keadilan bagi pihak perempuan terutama Istri tua . Dan sesuai dugaan aku ga bisa apa-apa di dalam diskusi ini karena diskusi sudah berubah seperti perang. Sang guru mulai merasa diskusi membosankan karena pendapat hanya berkisar tentang pandangan Agama Islam dan Ketidakadilan . Lalu sang guru melihat satu murid terkantuk-kantuk menunggu diskusi selesai. Dia pun memanggil nama anak muridnya itu dan kemudian bertanya kepadanya. ” Bunga(nama samaran ) , bagaimana kalau kamu mengajukan pendapat tentag bagaimana pandangan poligamni menurutmu dan menurut pandangan Agama Kristen ?” Ya elahhh, dalam kesaedran yang hanya tiga per empat dia berpikir keras lalu terlintaslah sebuah kata-kata mutiara di dalam pikirannya ……………. Pernahkah kau terpikir kenapa Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk ? Tidakkah kau bertanya mengapa wanita tidak diciptakan bersamaan dengan laki-laki ? atau Apakah kamu pernah terpikir mengapa Tuhan menciptakan 2 jenis manusia ? Semua perbuatan-Nya tentunya memiliki arti masing-masing Jika saja Tuhan menciptakan wanita dari tulang kaki mungkin memiliki arti agar wanita menjadi bawahan pria atau Jika saja Tuhan menciptakan wanita dari tulang kepala mungkin artinya akan lain dan membuat wanita sebagai atasan bagi para laki-laki Tetapi Tuhan tidak menciptakan wanita dari tulang kepala maupun tulang kaki Tuhan malah menciptakan wanita dari tulang rusuk Maka wanita bukanlah atasan laki-laki ataupun budaknya Melainkan sebagai penolong yang sepadan Diciptakan dari tulang rusuk yang dekat dengan hati untuk dicintai dekat dengan tangan untuk dilindungi oleh laki-laki dan bersifat melindungi karena wanita diciptakan untuk juga diciptakan untuk menemani laki-laki mengarungi hidup agar laki-laki tersebut dapat menjalani hidup dalam jalan yang benar. Dan tulang rusuk yang diambil oleh Tuhan dari laki-laki hanya salah satu rusuknya jadi pasangan sejati seorang laki-laki hanya satu perempuan jadi jangan duakan wanita karena jodohmu yang sejati hanya satu ……

2 Tanggapan to “Mengapa Wanita diciptakan dari tulang rusuk”

  1. fia Says:

    sepp… dah nda knjungi blog anda… 🙂

  2. Imam Says:

    kok pindah? kemaren aq da buat juga di wordpress karena blogspot payah,…eh, tp tetep aja deh di blogspot. gimana ya..smuanya da kenal di sugartomat.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: